Penyebab-penyebab kemerosotan moral seorang wanita muslimah


1. Pencampurbauran dalam dunia pendidikan
Dengan pencampuran antara siswa laki-laki dan siswa perempuan dalam sistem pendidikan, disamping membawa banyak dampak positif, juga membawa dampak negatif.
Dampak positif yang dapat diambil adalah telah sempurnanya sistem sosialisasi para siswa dimana sosialisasi antar manusia yang berbeda kelamin telah terpenuhi. Selain itu, pencampur bauran tersebut juga dapat melatih para siswa untuk lebih mengenal arti kebersamaan.

Pada sekolah setingkat TK atau SD, pencampurbauran antara siswa laki-laki dan siswa perempuan, mungkin efek negatifnya tidak terlihat dengan jelas karena siswa pada umur TK dan SD belum terlalu mengenal tentang pergaulan karena umumnya mereka belum memasuki usia akil baligh.

Namun berbeda halnya dengan anak setungkat SMP, dan SMA. Siswa seumuran tersebut sudah menginjak usia akil baligh yang tentunya tidak sesuai dengan kaidah islam jika dua mahluk berbeda kelamin tersebut disatukan. Jika anak perempuan dan laki – laki dicampurbaurkan, maka efek negatifnya akan terlihat. Di samping menarik kepada moral yang kurang luhur, hal tersebut juga memotivasi dorongan nafsu seksual.

Sebenarnya sistem pendidikan yang mencampurbaurkan antara siswa laki-laki dan siswa perempuan tersebut telah menuai banyak pro dan kontra di masyarakat. Di satu sisi, sistem pendidikan tersebut dapat menguntungkan bahkan lebih mempermudah bagi pengelola pendidikan. Namun di sisi lain, sistem pendidikan tersebut tidak sesuai dengan kaidah-kaidah islam.

2. Kontes busana dan tubuh
Masyarakat di masa sekarang ini tidak asing dengan hal ini. Telah banyak dijumpai hal – hal seperti ini di kehidupan kita. Dahulu tempat – tempat seperti diskotik, atau tempat mesum lainnya terdengar sangat menjijikkan. Namun berbeda dengan sekarang, hal tersebut didengar sangat lumrah di telinga kita. Bahkan sekarang ini sudah dibuka tempat – tempat seperti losmen yang memudahkan kita untuk berbuat maksiat ( mesum ).

3. Dominasi pornografi dalam segala aspek kehidupan
Berbagai alat komunikasi sekarang ini sedikit banyaknya mempengaruhi psikologi seseorang. Tayangan – tayangan televisi, gambar – gambar di majalah dan sebagainya yang mengarah pada hal-hal yang berbau pornografi turut andil dalam fenomena merosotnya moral dan keimanan muslimah. Mengakses hal-hal yang berbau pornografi di era ini, bukanlah menjadi hal yang sulit lagi. Maka, kemerosotan moral akan menjadi semakin tidak terkendali.

4. Kurangnya pengawasan orangtua terhadap tingkah laku anak.
Pada zaman sekarang ini, sebagian besar orang tua lebih mementingkan
urusan mereka masing-masing dibandingkan menemani anak-anaknya di rumah. Mereka lebih banyak menghabiskan waktu mereka di luar rumah untuk bekerja, pengawasan terhadap anak amat kurang. Padahal, orang tua sangat berperan besar dalam membimbing anak sehingga sang anak tidak terjerumus ke hal-hal yang tidak diinginkan.

5. Tidak pandai memilih teman
Semua orang berhak memiliki teman. Namun tidak semua orang yang kita kenal bisa membawa kita ke arah yang lebih baik. Perasaan seorang muslimah bisa dikatakan lemah, sehingga cepat luluh. Sebagian besar dari mereka mudah terpengaruh perkataan orang lain. Kecuali mereka yang benar – benar memiliki iman yang tangguh. Maka, peran seorang teman yang baik amatlah dibutuhkan guna membimbing kita ke arah yang lebih baik.

6. Faktor lingkungan
Dimana saja kita menginjakkan kaki kita, di situlah kita juga akan menemukan hal – hal baru. Apabila lingkungan di sekitar kita baik, maka dampak yang kita dapatkan juga akan baik. Seperti di lingkungan orang-orang terpelajar atau orang-orang yang kuat imannya. Sebaliknya apabila kita berada di lingkungan yang kurang baik, seperti di lingkungan para criminal, tentunya akan berpengaruh pula pada sikap dan kepribadian kita. Namun itu semua kembali lagi kepada kita sendiri . seberapa kuat iman kita dalam menghadapi persolan di lingkungan sekitar kita.

0 komentar:

Poskan Komentar

 

chocolate only © 2008. Design By: SkinCorner